Suatu hari, kulit di lutukku terkoyak. Adalah lebih kurang 1 inci persegi luasnya. Darah mengalir, meleleh menuruni betis yang sudah pun mem'bengkak-bengkil'. Teserlah isi putih yang bersembunyi di bawah permukaannya. Aduh! Pedihnya...
Maka, teringatlah aku kepada saudara-saudaraku di Palestin. Koyak mereka lebih besar. Malah, bukan sekadar koyak kulitnya, isinya juga sudah hancur menjadi cebisan-cebisan daging yang tidak boleh dicantum lagi. Namun, jiwa mereka nyata tetap teguh. Jari yang satu tetap dituding ke atas sebagai tanda berpegang teguh dengan kalimah Toyyibah. Subhanallah..
Apalah sangat koyak kulitku yang sedikit itu berbanding mereka..
-